Minggu, 02 Januari 2011

SEJARAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN

SEJARAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN


Sejarah dan Aliran Psikologi

Sejarah Perkembangan Psikologi
► Psikologi sebagai bagian dari filsafat obyeknya asal usul jiwa, ujud jiwa, akhir dan jadinya jiwa, hubungan jasmani dan rohani. Tokohnya Plato, Aristoteles, Thomas Aquino, Rene Descartes, John Locke, dll.
► Psikologi dipengaruhi ilmu alam psikologi merupakan ilmu pengetahuan eksak dan banyak tergantung pada matematika.
► Psikologi berdiri sendiri gejala jiwa tidak dapat hanya diterangkan dari sudut ilmu alam, namun dapat dilakukan melalui eksperimen.
► Psikologi pada abad 20 para ahli saling berargumentasi menurut hasil penelitiannya masing-masing yang berbeda-beda, namun akhirnya saling melengkapi menimbulkan berbagai aliran psikologi.
Aliran-aliran Psikologi
► Strukturalisme mendasarkan pada isi dan struktur jiwa. Setiap gejala psikis yang kompleks selalu memiliki karakteristik dari elemen-elemennya. Elemen kejiwaan tersebut dikaitkan satu dengan yang lain oleh asosiasi. Tokoh: William Wundt.
► Fungsionalisme mempelajari fungsi dan kegunaan jiwa. Metode yang digunakan eksperimen dan observasi tingkah laku, ingin mengetahui mengapa dan untuk apa suatu tingkah laku terjadi. Jiwa seseorang diperlukan untuk melangsungkan kehidupan dan berfungsi untuk penyesuaian diri. Tokoh: William James.
Lanjutan …………………
► Psikologi Dalamuntuk mengetahui gejala jiwa dibutuhkan analisis sampai kepada ketidaksadarannya yang tertutup oleh alam kesadarannya. Beberapa alirannya:
– Psikoanalisis (Sigmund Freud)
– Psikologi Individual (Alfred Adler)
– Psikologi Analisis (Carl Gustav Jung)
► Behaviorisme mempelajari tingkah laku nyata, terbuka dan dapat diukur secara obyektif, tidak perlu menggunakan metode introspeksi. Tokoh: J.B. Watson.
Lanjutan ……………….
► Psikologi Hormic Setiap tingkah laku dilandasi oleh dorongan dasar (hormo urge) yang menyebabkan tingkah laku tersebut mempunyai tujuan, arah. Dorongan dasar tingkah laku adalah naluri (insting). Reflek bukan tingkah laku karena tidak bertujuan. Tokoh Mc Dougall.
► Psikologi Gestalt muncul sebagai reaksi psikologi elemen. Gestalt = totalitas, keseluruhan tidak sekedar unsur-unsur atau bagian dari totalitas yang secara sendiri-sendiri tidak memiliki arti apa-apa. Tokoh: Von Ehrenfels, Wertheimer.
Lanjutan ………………
► Psikologi Kerokhanian metodenya verstehen, yakni mengerti dan memahami. Gejala kejiwaan baru dapat dipahami dan berarti bila gejala jiwa tersebut merupakan faktor dari totalitas nilai. Verstehen harus ikut mengalami, bersimpati kepada, memihak kepada, atau mengidentifikasi diri dengan seseorang atau sesuatu, namun menurut sikap “berdiri di atasnya”. Tokohnya Wilhelm Dilthey.
Psikologi kerokhanian berkembang sehingga timbul:
• psikologi nilai dari Spranger
• psikologi personalisme dari William Stern.




SEJARAH PSIKOLOGI
http://www.aris-bk.co.cc/2010/07/sejarahpsikologi.html
Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Bahkan sebelum Wundt mendeklarasiikan laboratoriumnya tahun 1879 – yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu – pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelekstual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.
Berdasarkan pandangan tersebut, bagian Sejarah Psikologi ini akan dibagi ke dalam beberapa periode dengan berbagai tokohnya.
Psikologi sebagai bagian dari filsafat
• Masa Yunani
• Masa Abad Pertengahan
• Masa Renaisans
Psikologi sebagai bagian dari ilmu faal
• Masa Pasca Renaisans
Psikologi sebagai ilmu yang mandiri
• Masa akhir abad ke-19
Memasuki abad ke-20, psikologi berkembang dalam berbagai school of thought. Kalau Wundt meletakkan dasar bagi psikologi dengan pandangan strukturalisme, maka selanjutnya berbagai aliran utama yang muncul adalah sebagai berikut.
• Fungsionalisme
• Behaviorisme
• Psikoanalisa
• Psikologi Gestalt
• Psikologi Humanistik
Melalui pemahaman sejarah psikologi ini, diharapkan akan muncul pemahaman yang lebih utuh tentang apa itu psikologi.
Dalam rencana pengembangan situs ini, akan dibahas pula sejarah psikologi di Indonesia.
Sumber kepustakaan dalam semua tulisan dalam modul ini adalah:
Brennan, J.F. (1991). History and Systems of Psychology. New Jersey : Prentice Hall Inc.
Lundin, (1991). Theories and Systems of Psychology. 4 rd Ed. Toronto: D.C. Heath and Company
Masa Yunani
(Hellenic Period)
PSIKOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI FILSAFAT
Ditulis oleh: DR. phil. Hana Panggabean
Pendekatan dan orientasi filsafat masa Yunani yang terarah pada eksplorasi alam, empirical observations, ditandai dengan kemajuan di bidang astronomi dan matematika, meletakkan dasar ciri natural science pada psikologi, yaitu objective, experimentation and observation, the real activity of living organism. Pertanyaan utama yang selalu berulang :
Why do we behave as we do?
Why are we able to generate reasonable explanation of some actions but not of others?
Why do we have moods?
Why do we seem to know what we know?
Efforts to find ‘the cause’.
Comte: causal explanation adalah indikator untuk perkembangan tahap intelektual bagi peradaban manusiaMasa Pra Yunani Kuno : tahap intelektual masih primitif
yaitu theological/animism : atribusi ‘the cause’ pada dewa-dewa atau spiritual power. Contoh : Mesir
Manusia adalah pihak yang lemah. Perilaku ditentukan oleh kekuatan para spirit, maka tugas utama manusia adalah menjaga hubungan baik dengan mereka dengan cara menjunjung tinggi otoritas para spirit.
Kejayaan masa Yunani ditandai oleh pemikiran dari tiga filsuf besar: Socrates, Plato, Aristoteles; walau masih dipengaruhi pemikiran-pemikiran masa sebelumnya (masa Yunani Kuno).
Masa Yunani Kuno (Cosmological Period)
Adalah masa transisi dari pola pikir animisime ke awal dari natural science.
Penentu aktivitas manusia adalah alam atau lingkungan. Pada masa ini perilaku manusia berusaha diterangkan melalui prinsip-prinsip alam atau prinsip yang dianalogikan dengan gejala alam.
Ada 5 orientasi : naturalistic, biological, mathematical, eclectic, dan humanistic.
1. Naturalistic :
adanya elemen dasar bagi penentu kehidupan. Contoh : Thales (air), Anaximenes (udara).
Ide ttg permanence vs change dari zat yang dianalogikan kepada aktivitias manusia, menimbulkan ide ttg jiwa
Pola pikir deduktif : generalisasi gejala alam pada perilaku manusia
2. Biologic :
Mengangkat posisi manusia di atas gejala alam yang lain, memisahkan proses-proses pada manusia dari proses-proses yang ada pada mahluk lain di alam.
Proses-proses fisiologis primer untuk menjelaskan perilaku manusia
Tokoh : Hippocrates, Alcmeon, Empedocles.
3. Mathematical :
Pendekatan yang melangkah lebih jauh dari dasar dunia fisik, mengarahkan pada hal-hal yang logis tapi abstrak, merupakan bekal bagi kekuatan reason.
4. Eclectic :
Menentang ide adanya suatu prinsip dasar dan ‘kebenaran umum’. Idenya sangat mendasar berbeda dari orientasi lainnya.
Menekankan pada informasi sensoris, sangat operasional dan praktis
Sikap ilmuwan harus skeptik
Tokoh : The sophists- universal lecturers
5. Humanistic :
Fokus : rationality & intentionality. Ratio adalah penentu kehidupan manusia beserta segala konsekuensinya. Tokoh utama : Socrates.
Tokoh penerus Socrates : Plato & Aristoteles
Ketiga tokoh tersebut : search for framework of human knowledge. Peletak dasar bagi kerangka pikir tipikal barat : rational, logic, objective.
Disebarluaskan oleh Alexander Agung (murid Aristoteles) melalui ekspansi militer.
AKHIR MASA HELLENISTIC
Pendekatan natural science dari Aristoteles disebarkan oleh muridnya, Alexander the Great melalui ekspansi militer sampai ke daerah Timur. Bersamaan dengan itu mulai juga masuk pandangan belahan dunia Timur ke Barat, terutama Persia, India, dan Mesir. Dengan runtuhnya kekuasaan Alexander the Great, pengaruh timur ini semakin kuat, ditandai dengan menguatnya pandangan spiritualitas menggantikan naturalisme.
MASA ROMAWI
1. Konteks sosial :
• Pemerintahan kekaisaran romawi yang mendunia dengan tertib administrasi kependudukan yang kuat serta jaminan akan ketentraman sosial.
• Pemikiran tentang manusia dan alam menjadi lebih pragmatis, spesifik dan spesialis. Bangsa Romawi lebih tertarik pada ilmu pengetahuan yang teknikal dan aplikatif, seluruhnya diarahkan untuk memperkuat dominasi kekaisaran Romawi.
• Ide-ide dan pemikiran tentang manusia berkembang subur, bahkan juga ide-ide ketuhanan
2. Pengaruh bagi perkembangan pemikiran tentang manusia:
• Filsafat yang berkembang memiliki konteks yang lebih terbatas dan spesifik, serta tampak dalam bentuk yang nyata, misalnya ritual religi masyarakat Romawi.
• Fokus yang dibicarakan :
o dikotomi aktif-pasif, apakah jiwa (yang menggambarkan manusia) adalah unsur yang aktif dan mandiri terhadap lingkungan ataukah unsur yang pasif dan hanya bisa memberi reaksi.
o dikotomi passion – reason
o manusia dipandang sebagai makhluk yang kehidupannya didorong oleh usaha untuk mencari cara ‘menguasai’ keinginan fisik melalui penolakan dunia materiil dan mencari kebenaran dalam alam dan Tuhan (Neoplatonism)
• Pengaruh pada pemikiran tentang. nilai moral.
• Pemikiran pada masa Romawi memberi jalan bagi berkembangnya kekristenan.
PENGARUH KEKRISTENAN
1. Konteks sosial :
• masa penyebaran agama Kristen dengan tokoh Yesus sebagai perwujudan “manusia sempurna” beserta perilakunya yang harus jadi teladan.
• paham Tritunggal yang mengandaikan x=3x
• gereja dan para ulamanya berperan penting dalam masyarakat
• peran gereja menjadi dominan dalam perkembangan intelektualitas di masyarakat, banyak cendekiawan berlatar belakang ulama.
• secara gradual, gereja menjadi penentu nilai di masyarakat dan berhak melakukan sensor atas tulisan atau ide yang muncul. Gereja juga adalah penyelenggara pendidikan moral. Peran gereja dirasakan kurang memuaskan dan tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, maka muncul universitas-universitas di Eropa yang menawarkan kebebasan berpikir secara lebih luas. Terjadi pertentangan antara gereja dan masyarakat.
2. Pengaruh pada pandangan mengenai manusia :
• Manusia bukan hanya physical being, tetapi juga spiritual entity. Aspek spiritual tidak diatur oleh hukum alam. Jiwa manusia (soul) ada pada dunia yang tidak nyata (intangible), tidak dapat dibuktikan dengan mata, dan eksistensinya hanya dapat dibuktikan lewat percaya (iman).
• Menempatkan ide Plato dalam konteks kekristenan
• Usaha untuk menjelaskan hubungan antara body and soul sebagai suatu dualisme, bukan sst yang harus dipertentangkan, body dan soul masing-masing memiliki fungsi tersendiri.
BEBERAPA TOKOH
St. Agustinus
• Filsuf pertama pada masa Kekristenan.
• Tuhan adalah kebenaran yang menciptakan manusia, bumi dan surga. Jiwa manusia adalah image dari Tuhan.
• Pentingnya eksplorasi spiritualitas sebagai usaha manusia untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Faktor materiil tidak penting, rationalitas juga tidak terlalu dapat dipercaya. Maka pandangannya betul-betul merupakan kebalikan dari pandangan natural science yang empiris dan objektif. Hanya melalui transendensi manusia dapat sedekat mungkin dengan Tuhan dan berarti juga sedekat mungkin dengan kebenaran.
• Sumbangan bagi psikologi : metode introspective. Teknik utama manusia untuk melakukan transendensi.
Dalam psikologi modern teknik ini digunakan oleh beberapa aliran besar seperti strukturalisme (teknik utama untuk menggali jiwa manusia), gestalt, dan psikoanalisa.
Thomas Aquinas
• Mentransformasikan pandangan Aristoteles ke dalam konsep-konsep kekristenan. Apa yang dikenal sebagai reason oleh Aristoteles diterjemahkan sebagai soul oleh Aquinas. Maka soul adalah sesuatu yang vital bagi manusia, tujuan utamanya adalah memahami dunia, hal yang tidak dapat dilakukan oleh fisik manusia semata.
• Namun demikian, banyak act dari soul yang membutuhkan tubuh fisik manusia sebagai kekuatan yang dapat mewujudkannya.
• Sumbangan bagi science/psikologi modern :
o Pengubahan mutlak dari Aristoteles’ natural science
o Pengembangan dualisme
Sepanjang masa ini, perdebatan mengenai manusia bergeser dari topik kehidupan yang luas, hubungan antara manusia dengan lingkungannya /alam, ke arah pemahaman tentang kehidupan secara lebih spesifik, yaitu hubungan antara aspek-aspek di dalam diri manusia itu sendiri. Menunjukkan semakin mendalamnya perhatian dan concern awal mengenai manusia itu sendiri. Meskipun demikian, pengaruh kuat gereja menyebabkan pemikiran tentang manusia tidak bebas, dan otoritas ketuhanan tetap dijunjung sebagai otoritas tertinggi.
Konteks sosial dan intelektual
• Masa Rennaisance
Masa ini merupakan merupakan reaksi terhadap masa sebelumnya, dimana pengetahuan bersifat doktrinal di bawah pengaruh gereja dan lebih didasarkan pada iman. Reaksi ini sedemikian kuat sehingga dapat dikatakan peran nalar menggantikan peran iman, ilmu pengetahuan menggantikan tempat agama dan iman di masyarakat. Semangat pencerahan semakin tampak nyata dalam perkembangan science dan filsafat melalui menguatnya peran nalar (reason) dalam segala bidang, dikenal sebagai the age of reason. Akal budi manusia dinilai sangat tinggi dan digunakan untuk membentuk pengetahuan.
Masa Rennaissance ditandai dengan bergesernya fokus pemahaman dari God-centeredness menjadi human-centerednes, dikenal dengan istilah sekularisasi atau humanity. Tulisan-tulisan filsuf terkenal seperti Plato, Aristoteles dan lain-lain dikaji untuk melihat bagaimana pola pikir penulisnya dan konteks histories waktu tulisan itu dibuat. Maka yang dicari adalah human truth dan bukan God truth. Kesimpulan akhirnya adalah penerimaan bahwa kebenaran memiliki lebih dari satu perspektif.
Masa Renaissance diikuti oleh masa reformasi dari Luther dalam agama Kristen, yang memiliki dua arti penting. Pertama, reformasi Luther semakin melemahkan pengaruh gereja dan mendukung kemandirian manusia dalam mengelola imannya kepada Tuhan. Kedua dengan peperangan yang ditimbulkan reformasi, terungkap pula sisi negative dari kemanusiaan seperti penindasan, penderitaan, dan rasa tidak berdaya manusia.
• Masa Revolusi Ilmiah
Ada beberapa pandangan penting tentang manusia pada masa ini :
Pola pikir yang lebih mekanistik dalam memandang alam dan manusia. Itu berarti alam memiliki sistem, dapat diramalkan, dan tidak tunduk pada hukum-hukum spritual belaka. Manusia juga memiliki reason, kemampuan untuk berpikir logis dan dengan demikian tidak tunduk total kepada hukum spiritual dan kesetiaan semata.
Penganjur :

o Teori Newton tentang gravitasi
o Heliosentris Copernicus (bertentangan dg Galileo)
o Mind-body solution dari Descartes
Nature philosophy : alam diatur menurut hukum yang pasti, empirik dan dapat dibuktikan lewat eksperimen. Memahami alam harus diikuti sikap mental pengujian fakta obyektif dan eksperimental.

Sejarah Psikologi
Dari wikipedia
Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan laboratoriumnya tahun 1879, yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu. pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika. [2]

Psikologi Perkembangan
Posted in | di 8:48 PM http://dede-somantri.blogspot.com/2010/02/psikologi-perkembangan.html
Psikologi Perkembangan
Istilah psikologi perkembangan yang dalam bahasa Inggris yaitu psikology of development yang artinya ilmu yang mempelajari seluk beluk perkembangan manusia. Objek kajiannya yaitu manusia, yang di mulai dalam janin sampai tua, tahapan psikologi perkembangan yaitu di mulai dari dalam janin kemudian dilakhirkan lalu berkembang sampai akhirnya mati. Perkembangan psikologi awalnya dari anak-anak kemudian remaja lalu dewasa sampai tua hingga menjelang mati. Proses perkembangannya yaitu perubahan pada suatu organisme atau manusia sejak lakhir sampai menjelang mati. Perkembangan psikologi manusianya itu sendiri bersifat rohani atau psikis yang berlangsung sepanjang massa, contohnya; pengetahuan. Dan pertumbuhan psikologi manusianya bersifat jasmani atau fisik, dan berhenti setelah mencapai maksimal, contohnya; ukuran sepatu seseorang akan berhenti di usia sekitar 21 tahunan, namun ada juga yang terus menerus tumbuh, jika tidak di potong, contohnya; rambut dan kuku. Sehingga perkembangan diartikan kontemporer yaitu perubahanpsiko fisik atau jasmani dan rohani yang bersifat progresif dari mulai lakhir sampai menjelang mati.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan seseorang diantaranya;
1. Gen yang artinya hasil keturunan atau hereditas dalam bahasa Inggrisnya yaitu nativicism atau dalam bahasa Indonesianya yaitu nativisme atau keturunan, hal ini menurut John Look.
2. Empiricism dalam bahasa Inggrisnya atau empirisisme yang artinya lingkungan atau pengaruh lingkungan dan pergaulan,hal ini menurut Scopen Hour.
3. Convergence atau campuran dari kedua faktor keturunan dan lingkungan, karena tidak hanya keturunan saja dan tidak hanya pengaruh lingkungan saja, namun kedua faktor tersebur sama besar dan sama kuat berpengaruh terhadap perkembangan seseorang, hal ini menurut W Stern.

Cabang-cabang Psikologi;
1. Psikologi perkembangan artinya mempelajari organisme yang terlibat dalam suatu perkembangan.
2. Psikologi klinis artinya mempelajari organisme yang terlibat dalam suatu klinis atau kesehatan.
3. Psikologi belajar artinya mempelajari organisme yang terlibat dalam suatu belajar.
4. Psikologi pendidikan artinya mempelajari organisme yang terlibat dalam suatu pendidikan.
5. Psikologi industi artinya mempelajari organisme yang terlibat dalam suatu perusahaan, contohnya; pengrekrutan karyawan oleh psikotes, yang bertujuan untuk menguji kemampuan konseptuaal atau kognitif, pengujiaan kelakuan seseorang.
6. Psikologi kriminal artinya mempelajari organisme yang terlibat dalam suatu kriminal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar